Kamis, 06 April 2017

Softskill Etika Bisnis

Tugas Softskill Etika Bisnis


Nama : Gita Safitri Ayuningtyas
Kelas : 3ea22
NPM : 14214589

  A. ETIKA BISNIS
a. Definisi Etika Bisnis
          Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan  norma dan moralitas yang berlaku secara universal (Muslich,2004:9).

b. Etika moral, Agama, danHukum.

PengertianEtika

          Etika berasal dari kata ethos dari   Yunani ,namun seiring perkembangan etika atau ethics berkembang menjadi sebuah bidang kajian filsafat atau ilmu pengetahuan tentang moral atau moralitas. Sehingga  etika adalah suatu penyelidikan atau pengkajian secara sistematis tentang baik buruknya perilaku.

*FungsiEtika

          Fungsi utama dari etika yang disebutkan oleh  Magnis Suseno yaitu ,untuk membantu mencari orientasi secara kritis dalam berhadapan dengan moralitas yang membingungkan.

*PengertianMoral

          Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ,kata:moral” memiliki arti (1) ajaran tentang baikdan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budipekerti, susila;(2)kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdiisiplin, keadaan perasaan.

*FaktorPenentuMoralitas

          Dalam tataran terminology agama dan filsafat, orang yang memiliki moral yang baik, sering diistilahkan dengan kata masih memiliki “moralitas” yang baik.Moralitas dibagi menjadi dua bagian yakni;

1. Moralitas dapat bersifat intrinsik, berasal dari diri manusia itu sendiri sehingga

Perbuatan manusia itu baik atau  buruk terlepas atau tidak dipengaruhi oleh peraturan hukumyang gada. Moralitas instrinsik ini esensinya tedapat dalam perbuatan diri manusia itu sendiri.

2. Moralitas yang bersifat ekstrinsik penilaiannya didasarkan pada peraturan hukum
Yang berlaku, baik  yang bersifat perintah atau pun larangan. Moralitas yang bersifat ekstrinsik ini merupakan realitas bahwa manusia ituberkaitan dengan  nilai-nilai dan norma-norma yang diberlakukan dalam kehidupan bersama.

*Pengertian Agama
          Agama merupakan realitas yang berada disekeliling manusia. Masing-masing manusia memiliki kepercayaan tersendiri akan agama yang dianggapnya sebagai sebuah kebenaran.Agamayang telah menjadi dasar manusia ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan social manusia tersebut[12].

*Pengertian Hukum
          Hukum dalam arti Penguasa (undang-undang,  keputusan,hakim dan lainnya)
Hukum diartikan sebagai seperangkat peraturan tertulis yang dibuat   oleh pemerintahan, melalui badan-badan yang berwenang membentuk berbagai peraturan tertulis seperti: undang-undang dasar,undang-undang, keputusan presiden, peraturan pemerintah, keputusan menteri-menteri dan peraturan daerah.

c.KLASIFIKASI ETIKA
1. EtikaDeskriptif
          Etika deskriptif yaitu etika dimana objek yang dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya dimasyarakat secara turun-temurun.

2. Etika Normatif
          Etika normative  yaitu sikap dan perilaku manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan Moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi
Tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi aturan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.

3. Etika Deontologi
          Etika deontology yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku kehidupan . Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.

4. EtikaTeleologi
          Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik.Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait,maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompokkan menjadi dua macam yaitu:

a. Egoisme
          Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin tidak baik.

b. Utilitarianisme
          Utilitarianisme adalah etika yang  baik bagi semua pihak,artinya semua pihak baik yang terkait.Langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.

5. Etika Relatifisme
          Etika  relatifisme adalah etika yang dipergunakan dimana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial,misalnya etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi,sifat dan lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat global.

d.KONSEPSI ETIKA
          Konsep etika bisnis tercermin pada corpora teculture (budayaperusahaan).Menurut Kotler (1997)
Budaya perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman,cerita,kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari
Cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.
Dasar pemikiran: Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila perusahaan tersebut memiliki pasar,dan dikelola oleh orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya.

B. Prinsip Etika dalam Bisnis serta Etika lingkungan
1.Prinsip Otonomi dalam Etika Bisnis  
            Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaanny asesuai dengan visi dan  misi yang dipunyainya.Contoh prinsip otonomi dalam etika bisnis : perusahaan tidak tergantung pada pihak lain untuk mengambil keputusan tetapi perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai dengan misi dan visi yang diambilnya  dan tidak bertentangan dengan pihak lain. Dalam prinsip otonomi etika bisnis lebih diartikan sebagai kehendak dan rekayasa bertindak secara penuh berdasar pengetahuan dan keahlian perusahaan dalam usaha untuk mencapai prestasi-prestasi terbaik sesuai dengan misi, tujuan dan sasaran perusahaan sebagai kelembagaan.Disampingitu, maksud dan tujuan kelembagaan ini tanpa merugikan pihak lain atau pihak eksternal.
Dalam pengertian etika bisnis, otonomi bersangkut paut dengan kebijakan eksekutif perusahaan dalam mengemban misi, visi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran,kesejahteraan para pekerjanya ataupun komunitas yang dihadapinya.Otonomi disini harus mampu mengacu pada nilai-nilai profesionalisme pengelolaan perusahaan dalam menggunakan sumber daya ekonomi. Kalau perusahaan telah memiliki misi, visi dan wawasan yang baik sesuai dengan nilai universal maka perusahaan harus secara bebas dalam artikel keluasaan dan keluwesan yang melekat pada komitmen tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan etika bisnis. Dua perusahaan atau lebih sama-sama berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis,namun masing-masing perusahaan dimungkinkan menggunakan pendekatan berbeda-beda dalam menjalankannya.Sebab masing-masing perusahaan dimungkinkan menggunakan pendekatan berbeda-beda dalam menjalankannya.Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi Karakter internal dan pendekatan yang berbeda dalam mencapai tujuan, misi dan strategi,Meskipun dihadapkan pada kondisi dan karakter eksternal yang sama.Namunmasing-masing perusahaan memiliki otoritas dan otonomi penuh untuk menjalankan etika bisnis.Oleh karena
Itu konklusinya dapat diringkaskan bahw aotonomi dalam menjalankan fungsi bisnis yang berwawasan etika bisni sini meliputi tindakan manajerial yang  terdiri atas:
(1)Dalam pengambilan keputusan bisnis
(2)Dalam tanggung jawab kepada: dirisendiri, para pihak yang terkait dan pihak-pihak masyarakat dalam arti luas.

2.Prinsip Kejujuran dalam Etika Bisnis
            Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling  mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan.Kegiatan bisnis akan  berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan   kegiatan bisnis ini.Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini  terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri.Namun jika prinsip Kejujuran   terhadap dirisendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaanbisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait.
3.Prinsip Keadilan dalam EtikaBisnis    
            Prinsip keadilan yang dipergunakan untuk mengukur bisnis menggunakan etika bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis.Para pihak ini terklasifikasi kedalam stake holder. Oleh karena itu,
Semua pihak ini harus mendapat akses positif dan sesuai dengan peran yang diberikan oleh masing-masing pihak ini pada bisnis. Semua pihak harus mendapat akses layak dari bisnis. Tolak ukur yang dipakai  menentukan atau memberikan kelayakan ini sesuai dengan ukuran –ukuran umum yang telah diterima oleh masyarakat bisnis dan umum.

4.Prinsip Hormat Pada DiriSendiri dalam Etika Bisnis
            Pinsip hormat pada diri sendiri dalam  etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri.Dalam aktivitas bisnis tertentu kemasyarakat
Merupakan cermin diri bisnis yang bersangkutan.Namun jika bisnis memberikan kontribusi Yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu masyarakat memberikan respon sama.Sebaliknya Jika bisnis memberikan image yang tidak menyenangkan maka  masyarakat tentu tidak Menyenangi terhadap bisnis yang  bersangkutan.Namun jika para pengelola perusahaan ingin Memberikan respek kehormatan terhadap perusahaan, maka lakukanlah respect tersebut para pihak yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung.
5. Hak dan Kewajiban
          Setiap karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan memiliki kewajiban-kewajiban sebagai berikut : kewajiban dalam mencari mitra (rekanan) bisnis yang cocok yang bisa diajak untuk bekerjasama, saling menguntungkan diantara kedua belah pihak dalam pencapaian tujuan yang telah disepakati bersama demi kemajuan perusahaan, menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang terwujud dalam perilaku dan sikap dari setiap karyawan terhadap mitra bisnisnya, bila tujuan dalam perusahaan ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada setidaknya karyawan-karyawan tersebut telah melaksanakan kegiatan bisnisnya dengan suatu tindakan yang baik. Lalu bagian SDM perusahaan akan mencoba untuk menganalisis sebab timbulnya bisnis tidak sesuai dengan tujuan perusahaan, dan menemukan dimana terjadinya letak kesalahan serta mencari solusi yang tepat untuk menindak lanjuti kembali agar bisnis yang dijalankan dapat meningkat secara pesat seiring perkembangan waktu.
Bukan hanya kewajiban saja yang harus dijalankan, hak etika bisnispun juga sangat diperlukan, diantaranya : Hak untuk mendapatkan mitra (kolega) bisnis antar perusahan, hak untuk mendapatkan perlindungan bisnis, hak untuk memperoleh keuntungan bisnis, dan hak untuk memperoleh rasa aman dalam berbisnis. Selain itu dalam berbisnis setiap karyawan dalam suatu perusahaan juga dapat mementingkan hal-hal yang lebih utama, seperti : kepercayaan, keterbukaan, kejujuran, keberanian, keramahan, dan sifat pekerja keras agar terjalinnya bisnis yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak bisnis tersebut.

6. Teori Etika dan Lingkungan
a)     Ekosentrisme
Merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan biosentrisme. Oleh karenanya teori ini sering disamakan begitu saja karena terdapat banyak kesamaan. Yaitu pada penekanannya atas pendobrakan cara pandang antroposentrisme yang membatasi keberlakuan etika hanya pada komunitas manusia. Keduanya memperluas keberlakuan etika untukmencakup komunitas yang lebih luas.
b)     Antroposentrisme
Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam, baik secara langsung atau tidak langung. Nilai tertinggi adalah manusia dan kepentingannya. Hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat perhatian. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Oleh karenanya alam pun hanya dilihat sebagai obyek, alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia. Alam hanya alat bagi pencapaian tujuan manusia. Alam tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri.
c)     Biosentrisme
Pada biosentrisme, konsep etika dibatasi pada komunitas yang hidup (biosentrism), seperti tumbuhan dan hewan. Sedang pada ekosentrisme, pemakaian etika diperluas untuk mencakup komunitas ekosistem seluruhnya (ekosentrism). Etika lingkungan Biosentrisme adalah etika lingkungan yang lebih menekankan kehidupan sebagai standar moral Sehingga bukan hanya manusia dan binatang saja yang harus dihargai secara moral tetapi juga tumbuhan. Menurut Paul Taylor, karenanya tumbuhan dan binatang secara moral dapat dirugikan dan atau diuntungkan dalam proses perjuangan untuk hidup mereka sendiri, seperti bertumbuh dan bereproduksi.

7. Prinsip Etika dilingkungan Hidup
Keraf (2005 : 143-159) memberikan minimal ada sembilan prinsip dalam etika lingkungan hidup :
1.     Sikap hormat terhadap alam atau respect for nature alam mempunyai hak untuk dihormati, tidak saja karena kehidupan manusia tergantung pada alam, tetapi terutama karena kenyataan ontologis bahwa manusia adalah bagian integral dari alam.
2.      Prinsip tanggung jawab atau moral responsibility for nature prinsip tanggung jawab bersama ini, setiap orang dituntut dan terpanggil untuk bertanggung jawab memelihara alam semesta ini sebagai milik bersama dengan cara memiliki yang tinggi seakan milik pribadinya.
3.     Solidaritas kosmis atau cosmic solidarity solidaritas kosmis mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan, untuk menyelamatkan semua kehidupan di alam.
4.     Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam atau caring for nature
Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam merupakan prinsip moral, yang artinya tanpa mengharapkan balasan.
5.      Prinsip tidak merugikan atau no harm merupakan prinsip tidak merugikan alam secara tidak perlu,. tidak perlu melakukan tindakan yang merugikan atau mengancam eksistensi makhluk hidup lainnya.
6.     Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam prinsip ini menekankan pada nilai, kualitas, cara hidup, dan bukan kekayaan, sarana, standart material.
7.     Prinsip keadilan prinsip keadilan lebih diekankan pada bagaimana manusia harus berperilaku satu terhadap yang lain dalam keterkaitan dengan alam semesta dan bagaimana sistem sosial harus diatur.
8.     Prinsip demokrasi alam semesta sangat beraneka ragam. demokrasi memberi tempas yang seluas – luasnya bagi perbedaan, keanekaragaman, dan pluralitaas. oleh karena itu orang yang peduli terhadap lingkungan adalah orang yang demokratis.
9.      Prinsip integritas moral prinsip ini menuntut pejabat publik agar mempunyai sikap dan perilaku terhormat serta memegang teguh prinsip – prinsip moral yang mengamankan kepentingan publik.


Daftar pustaka :

http://refastyadhiatiehasna.blogspot.co.id/2016/10/tugas-softskill-etika-bisnis.html?m=1

http://simplenews05.blogspot.co.id/2014/07/pengertian-dan-klasifikasi-etika.html?m=1

http://wijayantisari123.blogspot.co.id/2016/01/klasifikasi-etika-dan-konsepsi-etika.html?m=1

http://nurmaliaandriani95.blogspot.co.id/2015/06/etika-profesi-hukum-manusia-etika-moral.html?m=1

http://www.pengertianpakar.com/2015/01/pengertian-dan-prinsip-etika-bisnis.html#


Tidak ada komentar:

Posting Komentar